" Kirimkan surat pengharapanmu di tengah keheningan malam. Jadikan titisan jernih air matamu sebagai dakwatnya, kedua pipimu sebagai kertasnya, kepasrahanmu sebagai setemnya, dan Arasy Allah sebagai alamat (tujuannya). Setelah itu, nantikanlah jawapan dan balasannya..."